Siapa saja yang bisa mengakses OSS ?

Sering banyak pertanyaan siapa saja yang bisa mengakses atau memproses NIB di OSS. Apakah Yayasan termasuk “pelaku usaha” yang diwajibkan untuk memiliki NIB dari OSS?

Berdasarkan PP 24 Tahun 2018, diatur mengenai definisi “pelaku usaha”

Bagian Kedua

Pemohon Perizinan Berusaha

Pasal 6

( 1)         Pemohon Perizinan Berusaha terdiri atas:

a.            Pelaku Usaha perseorangan; dan

b.            Pelaku Usaha non perseorangan.

(2)          Pelaku Usaha perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan orang perorangan penduduk Indonesia yang cakap untuk bertindak dan melakukan perbuatan hukum.

(3)          Pelaku Usaha non perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf b terdiri atas:

a.            perseroan terbatas;

b.            perusahaan umum;

c.             perusahaan umum daerah;

d.            badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara;

e.            badan layanan umum;

f.             lembaga penyiaran;

g.            badan usaha yang didirikan oleh yayasan;

h.           Koperasi

I .           persekutuan komanditer (CV)

j.            persekutuan perdata

Dari ketentuan diatas, Yayasan bukan lah pelaku usaha yang diwajibkan untuk memperoleh Perizinan berusaha dari sistem OSS. Yang diperbolehkan adalah badan usaha yang didirikan oleh Yayasan (point G).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *